Makalah; Wireless Aplication Protocol
Nama : Muhammad Zein
NIM : 13210354
Kelas : 13.5E.11.A
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Ilmu pengetahuan dan informasi
berkembang dengan sangat pesat. Masyarakat kini dapat menerima informasi tidak
hanya melalui televisi atau radio saja, namun mereka juga dapat menerima
informasi dengan lebih cepat yaitu dengan fasilitas internet. Keberadaan internet
sangat mempengaruhi pola kehidupan masyarakat saat ini. Jumlah pengguna
Internet dalam mengakses informasi semakin meningkat seiring bertambahnya
kepemilikan PC (Personal Computer). Kurangnya informasi tentang produk dan jasa
yang ditawarkan oleh perusahaan menyebabkan turunnya jumlah pemesanan yang
mengakibatkan turunnya jumlah pendapatan perusahaan.
Pemanfaatan internet dan
aplikasi yang berbasis WAP sebagai sarana penyebarluasan informasi sudah
merambah ke berbagai segi usaha dan bisnis. Dengan adanya hal ini perusahaan
dapat menerapkan aplikasi internet dan wireless untuk kepentingan
penyebarluasan informasi mengenai bisnis ataupun produk dan fasilitas yang
ditawarkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Atau bahkan bisa bertransaksi
jarak jauh. Implementasi aplikasi Teknologi Online Berbasis Wap Sebagai Sarana
Penyusunan Strategi Bisnis ini, menggunakan web server Apache, dengan didukung
oleh database yang menggunakan MySQL.dan skrip menggunakan PHP (Professional
Home Page) dan Tampilan WAP dengan menggunakan microbrowser M3Gate telah diuji
cobakan. Sedangkan fasilitas upload dengan mengunakan FTP (Files Transfer
Protocol).
Teknologi WAP (Wireless
Application Protocol) merupakan sebuah metode untuk menghadirkan halaman
web ke dalam layar ponsel (handphone). Dengan begitu, maka bentuk
informasi dari sebuah instansi tidak harus ditampilkan dengan metode web yang
hanya dapat diakses melalui browser akan tetapi dapat ditampilkan dalam
bentuk WAP. Spesifikasi protokol WAP dikembangkan oleh suatu konsorsium dari
perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam industri telekomunikasi wireless.
Tujuan dari spesifikasi WAP
adalah untuk memberikan suatu standarisasi yang sederhana untuk telepon seluler
untuk mengakses internet. Agar dapat mengakses internet dalam ponsel terdapat micro-browser.
Micro-browser untuk saat ini tidak sebaik browser untuk
website. WAP belum bisa menampung bentuk-bentuk informasi seperti yang bisa
dilakukan oleh website.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah WAP
Awal kemunculan WAP dimulai oleh
riset yang dilakukan Ericson pada tahun 1995 dengan mengembangkan
protokol umum yang disebut Intelligent
Terminal Transfer Protocol (ITTP) yang memungkinkan adanya nilai tambah pada handphone. Selama tahun 1996 dan 1997, Motorola, Nokia, dan Planet Unwired (sekarang Phone.Com) meluncurkan konsep serupa. Planet Unwired
memperkenalkan Device Markup Language (HDML) dan Handheld Device
Transport Protocol (HDTP) sama halnya dengan HTML yang digunakan pada
www. HDML digunakan untuk memperlihatkan isi website atau sebagai user
interface dan sangat sesuai digunakan untuk aplikasi wireless internet access
dengan limit transfer data yang sangat kecil.
Terminal Transfer Protocol (ITTP) yang memungkinkan adanya nilai tambah pada handphone. Selama tahun 1996 dan 1997, Motorola, Nokia, dan Planet Unwired (sekarang Phone.Com) meluncurkan konsep serupa. Planet Unwired
memperkenalkan Device Markup Language (HDML) dan Handheld Device
Transport Protocol (HDTP) sama halnya dengan HTML yang digunakan pada
www. HDML digunakan untuk memperlihatkan isi website atau sebagai user
interface dan sangat sesuai digunakan untuk aplikasi wireless internet access
dengan limit transfer data yang sangat kecil.
Bulan Maret tahun 1997 Nokia
memperkenalkan Konsep Smart
Messaging yang khusus dirancang untuk GSM. Dimana komunikasi antara
handphone dengan internet dilakukan melalui SMS dan pemrograman bahasa
yang disebut Tagged Text Markup Language (TTML) sama dengan HDML.Untuk
membuat protokol yang sama, maka pada keempat perusahan tersebut sepakat
membetuk forum WAP yang dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 1997, dimana
tanggal tersebut dianggap sebagai awal kelahiran dari Protokol Wireless
Aplication Protocol (WAP).
Messaging yang khusus dirancang untuk GSM. Dimana komunikasi antara
handphone dengan internet dilakukan melalui SMS dan pemrograman bahasa
yang disebut Tagged Text Markup Language (TTML) sama dengan HDML.Untuk
membuat protokol yang sama, maka pada keempat perusahan tersebut sepakat
membetuk forum WAP yang dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 1997, dimana
tanggal tersebut dianggap sebagai awal kelahiran dari Protokol Wireless
Aplication Protocol (WAP).
2.2 Pengertian WAP
WAP (Wireless Aplication Protocol)
adalah suatu protocol aplikasi yang memungkinkan Internet dapat diakses oleh
ponsel dan perangkat wireless lainya. WAP membawa informasi online melewati
Internet langsung menuju ponsel atau client WAP lainnya. Tujuan utamanya
untuk membangun aplikasi yang dapat mengakses internet dari telepon genggam
atau PDA. Dengan
adanya WAP, berbagai informasi dapat diakses setiap saat hanya dengan
menggunakan ponsel.
Ada tiga bagian utama dalam
akses WAP yaitu :
1. Perangkat wireless yang
mendukung WAP
2. WAP Gateway sebagai perantara
3. Server sebagai sumber dokumen.
Dokumen yang
berada dalam web server dapat berupa dokumen HTML maupun WML. Dokumen WML
khusus ditampilkan melalui browser dari perangkat WAP. Sedangkan dokumen HTML
yang seharusnya ditampilkan melalui web browser, sebelum dibaca melalui browser
WAP diterjemhkan terlebih dahulu oleh gateway agar dapat menyesuaikan dengan
perangkat WAP.
Saat ponsel
ingin meminta sebuah informasi yang ada di server, ponsel harus melewati WAP
gateway dulu. Begitu juga sebaliknya. Proses pengiriman informasi dari ponsel
ke WAP Gateway dan sebaliknya menggunkan jaringan komunikasi nirkabel
(wireless) yang masih memiliki keterbatasan, terutama pada kecilnya bandwidth
yang ada. Kecilnya bandwidth tersebut tidak cocok jika dipergunakan untuk
memproses informasi lewat protokol HTTP. Protokol HTTP berfungsi untuk mengatur
pengiriman informasi dari client menuju server dan sebaliknya. Untuk mengatasi
kesenjangan ini diciptakanlah WAP Gateway. Fungsi WAP Gateway adalah untuk
meneruskan permintaan informasi dari ponsel menuju server lewat HTTP request
dan sebaliknya dari server menuju ponsel lewat HTTP response.
2.3 Tujuan WAP
Ada beberapa tujuan dari WAP
diantaranya adalah
1) Fokus utama pada permasalahan
wireless internet
Ø Bandwith kecil
Ø Delay tinggi
Ø Stabilitas koneksi rendah
Ø Keterbatasan ukuran display, input, memory dan CPU
2) Menyediakan internet access untuk
perangkat wireless
Ø Micro-browser, e-mail, www
3) Device & Network Independence
Ø Tidak bergantung pada
device/perangkat (Nokia, Ericsson, Motorola, etc)
Ø Ataupun bearer(wireless network)
tertentu (GSM, CDMA, EDGE, UMTS, GPRS, Bluetooth)
2.4 Versi WAP
Ada beberapa versi WAP antara lain
WAP 1.2.1 dan 2.0. WAP 1.2.1 hanya dapat menampilkan laman sederhana saja
dibandingkan dengan WAP 2.0 yang mendukung bahasa xhtml dan gambar.
WAP sendiri
terdiri dari 5 layer, yaitu
1. Wireless Application Environment (WAE)
Wireless Application Protocol (WAE) digunakan untuk
interaksi aplikasi WAP/Web dan peralatan wireless yang berisikan mikrobrowser
WAP.
2. Wireless Session Protocol (WSP)
Wireless Session Protocol (WSP) memberikan aplikasi
layer tingkat atas dari WAP dengan terdapat interface yang konsisten diantara
dua sesi layanan, yang pertama adalah layanan mode-koneksi yang beroperasi
diatas layer transaksi dan yang kedua adalah layanan tanpa koneksi yang
beroperasi pada layanan transport.
3. Wireless Transport Protocol (WTP),
Wireless transaction protocol didefinisikan sebagai
protokol yang berorientasi pada transaksi yang ringan oleh karena itu sangat
cocok sekali untuk diimplemantasikan dalam perangkat mobile dan beroperasi
efisien pada jaringan wireless.
4. Wireless Data Protocol (WDP)
Arsitektur Layer WAP memungkinkan service lain dan
aplikasi untuk menggunakan WAP melalui sebuah interface
5. Wireless Transport Layer Security (WTLS)
Wireless transport layer security di desain untuk kita
dapatkan privasi, integrasi data dan otentikasi diantara dua aplikasi yang saling
berkomunikasi.
2.5 Cara Kerja WAP
Cara kerja WAP hampir mirip dengan cara kerja
internet saat ini. Dibutuhkan WAP gateway untuk menjembatani ponsel dengan
internet dalam mengirim dan menerima data. Sama halnya dengan pengguna PC yang membutuhkan
ISP (Internet Service Provider) sebagai gateway dalam menjembatani PC dengan
internet. Syarat lainnya yang harus dipenuhi adalah ponsel yang digunakan harus
WAP enabled, yaitu sudah dilengkapi dengan teknologi WAP yang digunakan untuk
mengakses internet.
Terdapat tiga bagian utama dalam
akses WAP, yaitu perangkat wireless yang mendukung WAP, WAP gateway sebagai
perantara, dan web server sebagai sumber dokumen. Dokumen yang berada dalam web
server dapat berupa dokumen HTML maupun WML. Dokumen WML khusus ditampilkan
melalui browser dari perangkat WAP. Sedangkan dokumen HTML yang seharusnya
ditampilkan melalui browser, sebelum dibaca melalui browser WAP diterjemahkan
lebih dahulu oleh gateway agar dapat menyesuaikan dengan perangkat WAP. Jika
seorang pengguna ponsel menginginkan melihat suatu halaman web dengan format
HTML, gateway akan menerjemahkan halaman tersebut ke dalam format WML. Namun,
meskipun dokumen HTML dapat saja diakses oleh ponsel, dokumen WML lebih
ditujukan untuk layar ponsel yang
kecil. Sehingga beberapa perusahaan telah mulai menyiapkan WAPsite disamping website yang sudah ada.
kecil. Sehingga beberapa perusahaan telah mulai menyiapkan WAPsite disamping website yang sudah ada.
Seperti halnya menampilkan Internet
dari web browser, untuk menampilkan WAP dibutuhkan WAP browser. Di dalam ketentuan ponsel,
ini disebut sebagai microbrowser. Seperti halnya mengetikkan URL untuk
mengakses website, kita juga akan melakukan hal yang sama untuk mengakses
WAPsite di ponsel. Dengan mengakses web server melalui ISP dan login ke
Internet, maka halaman WAP akan dikirim dan dimunculkan di layar ponsel. Bagi
pengguna PC, juga disediakan browser emulator yang bisa digunakan untuk
mengakses situs tersebut.
Gambar. 2.1 Ilustrasi cara kerja WAP
2.6 Model Pemrograman WAP
Model pemrograman WAP terdiri atas
tiga bagian, yaitu WAP Client yang mengirim permintaan informasi, gateway
sebagai penerjemah antara WAP dan HTTP, serta server yang memproses permintaan
dari gateway untuk kemudian menjawabnya. Jawaban yang merupakan proses dari CGI
script ini akan dikirim ke klain melalui gateway sebagai perantara. Hasil
konversi yang dilakukan oleh WAP Gateway mampu memperkecil ukuran dari
informasi yang akan dikirimkan ke klien.
Gambar. 2.2 model Pemrograman WAP
2.7 Susunan WAP Gateway
Untuk melihat kemampuan gateway
dalam menerjemahkan dokumen sehingga dapat dibawa oleh microbrowser, berikut
ini diagram yang berisi susunan dari WAP gateway:
Gambar. 2.3 Susunan Gateway WAP
Keterangan:
WDP : WAP Datagram Protokol adalah
layer transport yang digunakan untuk mengirim dan menerima pesan/data melalui
segala macam pembawa pesan di
jaringan, termasuk SMS, USSD, CSD, CDPD, IS-136 paket data dan GPRS.
Ø WTLS :
Wireless Transport Layer Security adalah sebuah layer keamanan yang menyediakan kemampuan enkripsi
sehingga keamanan transaksi yang dibutuhkan oleh aplikasi seperti e-commerce dapat
terpenuhi.
Ø WTP : WAP
Transaction Protocol adalah layer pendukung transaksi. Layer ini menmabahkan reliability ke
datagram service yang disediakan oleh WDP.
Ø WSP : WAP Session Protocol adalah layer yang
menyediakan sesi layer lightweight
untuk efisiensi pertukaran data diantara aplikasi.
Ø HTTP
Interface : digunakan untuk melayani penerimaan WAP content dari Internet menggunakan ponsel.
Ø Beberapa
produk WAP gateway yang beredar di pasaran saat ini, contohnya Nokia’s WAP Server, mempunyai
kemampuan hosting didalamnya
2.8 Contoh Penggunaan WAP
Contoh
Penggunaan WAP antara lain :
1.
Informasi
jadwal keberangkatan penerbangan
2.
Transaksi
pembelian tiket
3.
Pendaftaran
keberangkatan pesawat
4.
Informasi
lalu lintas
5.
Daftar
informasi kondisi cuaca
6.
Informasi
nilai stok
7.
Mencari
informasi nomor telepon atau alamat
2.9 Keuntungan dan Kelemahan WAP
Keuntungan standar WAP :
1. Tidak adanya kepemilikan
metode dalam mengakses Internet dengan standar WAP baik pada isi maupun
layanan.
2. Network yang independent
karena WAP bekerja pada seluruh jaringan seluler yang ada, seperti CDPD, CDMA,
GSM, PDC, PHS, TDMA, FLEX, ReFLEX, Iden, TETRA, DECT, Data TAC, Mebitex, dan
jaringan selular masa depan yang saat ini sedang dikembangkan seperti GPRS dan
3G.
3. Metode WAP telah diadopsi oleh
hamper 95% produsen telepon seluler di dunia dalam memanfaatkan wireless
internet access dan sedang diimplementasikan pada semua frekuensi.
4. WAP suatu standar protocol dan
aplikasinya, yakni WAP browser yang dapat digunakan pada seluruh sistem operasi
terkenal termasuk Palm OS, EPOC, Windows SE, FLEXOS, OS/9, Java OS, dan
sebagainya.
5. Dengan menggunakan teknologi
GPRS, perhitungan akses dihitung berdasarkan jumlah bit yang terkoneksi yang
harganya Rp. 20 per kilo byte.
Kelemahan WAP :
1. Konfigurasi telepon selular
untuk service WAP masih termasuk sulit
2. Jumlah telepon selular yang
mendukung WAP masih terhitung sedikit.
3. Protokol lain seperti SIM
Application Toolkit dan MexE (Mobile Station Application Execution Envirovment)
secara luas didukung dan didesain untuk bersaing dengan WAP.
2.10 Keamanan WAP
Jaringan
komputer yang menggunakan Wifi / Wireless Access Point lebih beresiko terhadap
serangan ( attack ) dari luar daripada jaringan wire (kabel). Peralatan Wifi yaitu
Wireless Access Point memancarkan ( broascast ) paket data sampai keluar
ruangan / kantor, sehingga orang luar dapat menyadap atau ikut bergabung dalam
jaringan LAN. Banyak cara
/ metode yang digunakan untuk mengamankan Wireless Access Point (WAP) ini,
antara lain :
1. Disable Broadcast SSID
Kita harus membuat koneksi ke wireless secara manual
di sisi klien.
2. Disable DHCP Server
Memang sedikit repot, karena kita harus konfigurasi IP
address disetiap klien WAP.
3. Aktifkan MAC address filter.
WAP hanya menerima koneksi dari klien yang MAC address
nya terdaftar pada List MAC Address yang diijinkan.
4. Kurangi kekuatan pancar antena WAP
Cara ini diperlukan bila WAP tidak diinginkan untuk
diakses dari luar gedung. Ini untuk mengurangi cakupan area dari WAP.
5. Menggunakan Enkripsi protocol security
Ada 2 protocol security, yaitu WEP ( Wireless
Encription Protocol ) dan WAP (Wireless Access Protocol ).
2.11 Keamanan Internet Berbasis WAP
Akhir-akhir ini, beberapa produsen
handphone merilis produk mereka yang dilengkapi fasilitas WAP (Wireless
Application Protocol) atau Protokol Aplikasi Nirkabel. Dengan adanya WAP,
pengguna handphone dapat mengakses informasi dan bertransaksi di Internet
langsung dengan handphone. Sebagaimana akses Internet dengan komputer biasa,
akses dengan WAP ini juga memerlukan keamanan tinggi, terutama untuk transaksi
atau e-commerce.
Langkah pertama untuk memahami
bagaimana model keamanan WAP bekerja adalah dengan membahas cara kerja SSL
dalam mengamankan e-commerce di Internet. SSL menjamin bahwa data dijaga aman
dan kecurangan transaksi dapat dicegah.
Ada empat ciri yang berbeda tentang
sistem yang aman, yaitu
a. Privacy (privasi)
Privasi berarti meyakinkan bahwa hanya pengirin dan
penerima pesan yang dapat membaca isi pesan tersebut. Untuk memperoleh privasi,
solusi keamanan harus memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat
melihat, mengakses, atau menggunakan informasi privat ( seperti alamat, nomor
kartu kredit, dan nomor telepon) yang ditransmisikan melalui internet.
b.
Integrity
(integritas)
Integritas menjamin pendeteksian adanya perubahan isi
pesan di antara waktu pengiriman dan penerimaan. Sebagai contoh, ketika
pengguna internet memberi instruksi kepada bank untuk mentransfer Rp 10 juta
dari suatu rekening ke rekening yang lain, integritas memberi garansi bahwa
nomor rekening dan jumlah yang ditulis tidak dapat diubah tanpa validasi bank
atau pemberitahuan pengguna. Bila pesan diubah dengan cara apapun selama
transmisi, sistem keamanan harus mampu mendeteksi dan memberi laporan perubahan
ini. Dalam berbagai sistem jika terdeteksi adanya perubahan, sistem penerima
akan meminta pesan dikirim ulang.
c.
Otenticity
(otentisitas)
Otentikasi memberi jaminan bahwa semua pelaku dalam
komunikasi adalah otentik atau mereka yang dapat di-klaim. Otentikasi server
menyediakan aturan bagi pengguna untuk melakukan verifikasi bahwa mereka
benar-benar berkomunikasi dengan web-site yang mereka yakini terkoneksi.
Otentikasi client menjamin bahwa pengguna adalah orang yang dapat di-klaim.
Contoh otentikasi dalam dunia nyata adalah menunjukkan KTP atau Passport untuk pengakuan
identitas.
d.
Non-repudiation
(tidak terjadi penolakan)
Non-repudiation menyediakan metode untuk menjamin
bahwa tidak terjadi kesalahan dalam melakukan klaim terhadap pihak yang
melakukan transaksi. Dalam dunia nyata, tanda tangan digunakan untuk menjamin
non-repudiation, sehingga yang bersangkutan tidak dapat mengelak. Ketika
pelanggan berbelanja di supermarket, penunjukkan kartu kredit menjamin
identitas pelanggan (otentikasi), sedangkan tanda tangan pada kuintansi
menjamin bahwa pelanggan setuju untuk transaksi (non-repudiation).
Di internet, protokol Secure Socket Layer (SSL),
sertifikat digital, user-name dan password atau tanda tangan digital digunakan
secara bersama-sama untuk menghasilkan empat tipe keamanan.
2.12 Perbedaan WAP dan WEB
Ditinjau
secara teknis tentu saja ada berbagai perbedaan antara Internet (Word Wide Web,
disingkat WEB) dengan mobile Internet (WAP). Perbedaan-perbedaan tersebut
terjadi akibat sifat dasar dari keduanya yang memang berbeda, khususnya dalam
hal konektivitas dan mobilitas pengguna.
WAP lebih
ditujukan untuk pengguna yang memiliki mobilitas tinggi atau mereka yang banyak
berpindah tempat, sementara WEB untuk mereka yang sedang diam. Oleh sebab itu
WAP memakai gelombang radio sebagai media pertukaraan datanya, sementara WEB
menggunakan kabel. Konektivitas modem ke jaringan telepon dalam WEB bersifat
permanent / tetap karena menggunakan kabel, sedangkan konektivitas antara satu
perangkat terminal data (yakni, telepon genggam) dengan perangkat WAP Gateway
dalam WAP tidak bersifat permanent karena menggunakan gelombang radio. Tidaklah
mengherankan bila konektivitas dalam WAP menjadi masalah yang cukup rumit untuk
dipecahkan.
v WEB
1) Mengunakan jaringan kabel
tetap
2) Komputer sebagai terminal data di sisi
pengguna biasa digunakan dalam keadaan diam.
3) Kapasitas memori komputer
sangat besar.
4) Ukuran layar display komputer
sangat besar.
5) Pemrograman dalam bahasa HTML
(Hypertext Mark-up Language)
v WAP
1) Menggunakan jaringan tanpa
kabel (radio)
2) Telepon genggam sebagai
terminal data di sisi pengguna biasa digunakan dalam keadaan bergerak.
3) Kapasitas memori telepon
genggam sangatlah kecil.
4) Ukuran layar display telepon
sangatlah kecil.
5) Pemrograman dalam bahasa WML
(Wireless Mark-up Language).
Namun para
pakar telah menemukan dua metode untuk mengatasi masalah konektivitas tersebut.
Metode pertama, yang lebih sederhana dan lebih dulu muncul, dinamakan dengan
CSD (Circuit Switch Data). Sedangkan metode kedua yang lebih mutakhir dikenal
sebagai GPRS (General Packet Radio Service). Dengan metode CSD, transfer data
dilakukan mirip seperti halnya transfer suara, tanpa ada perubahan data asli.
Metode CSD ini, yang semula hanya mendukung kecepatan transfer 9.6 kbps, kini
telah dikembangkan menjadi HSCSD (High Speed Circuit Switch Data) yang
mempunyai kecepatan transfer 28.8 kbps, bahkan hingga 38.4 kbps.
Berbeda
halnya dengan metode GPRS tidak dalam bentuk data asli tetapidalam bentuk
potongan-potongan kecil data yang disebut packet. Kecepatan transfer data
dengan GPRS bias mencapai 57.6 kbps bahkan sampai 115 kbps.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dari makalah yang penulis susun, penulis dapat menarik
kesimpulan bahwa Wireless
Aplication Protocol (WAP) merupakan protokol komunikasi yang berada pada
lingkungan aplikasi untuk menghadirkan internet dan akses web ke dalam piranti
mobile. Sejarah kemunculannya dimulai pertama kali oleh riset yang dilakukan
Ericson pada tahun 1995 dengan mengembangkan protokol umum yaang disebut
Intelegent Transfer Protokol (ITTP) yang memungkinkan adanya nilai tambah pada
handphone. Cara kerja WAP hampir mirip cara
kerja internet saat ini. Dibutuhkan WAP gateway untuk menjembatani ponsel dengan
internet dalam mengirim dan menerima data. Sama halnya dengan pengguna PC yang
membutuhkan ISP (Internet Service Provider) sebagai gateway dalam menjembatani
PC dengan internet.
3.2 SARAN
Makalah yang penulis susun ini sangat
jauh dari kesempurnaan karena banyaknya kekurangan, oleh sebab itu untuk memperkaya
pengetahuan tentang pembahasan WAP ini pembaca dapat menggali lebih
mendalam pada sumber-sumber lain yang membahas tentang hal tersebut.
DAFTAR PUSTAKA